
Ciri-Ciri Kolesterol tinggi tidak hanya dialami oleh orang lanjut usia. Orang yang masih muda juga dapat memiliki kadar kolesterol tinggi, terutama jika memiliki pola makan kurang sehat, jarang beraktivitas fisik, mengalami kelebihan berat badan, atau mempunyai faktor keturunan.
Hal yang perlu diketahui, kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Banyak orang baru mengetahui kadar kolesterolnya tinggi setelah melakukan pemeriksaan darah. Karena itu, mengenali faktor risiko dan melakukan pemeriksaan secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksinya lebih awal.
1. Sering Merasa Lelah
Rasa lelah sering dianggap sebagai tanda kolesterol tinggi, padahal kelelahan bukan gejala khusus dari kondisi tersebut. Kolesterol tinggi sendiri umumnya tidak menimbulkan keluhan yang khas.
Jika tubuh sering terasa lelah tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya jangan langsung mengaitkannya dengan kolesterol. Kondisi seperti kurang tidur, anemia, stres, gangguan tiroid, atau masalah kesehatan lainnya juga dapat menyebabkan kelelahan.
2. Sering Pusing atau Sakit Kepala
Pusing atau sakit kepala juga bukan tanda spesifik kolesterol tinggi. Namun, kadar kolesterol LDL yang tinggi dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak di pembuluh darah.
Karena itu, seseorang yang sering mengalami sakit kepala sebaiknya tidak hanya memeriksa kolesterol, tetapi juga mempertimbangkan pemeriksaan tekanan darah dan kondisi kesehatan lainnya.
3. Muncul Benjolan Kekuningan pada Kulit
Pada orang dengan kadar kolesterol yang sangat tinggi, terutama akibat kondisi keturunan seperti familial hypercholesterolemia (FH), dapat muncul xanthoma atau benjolan kekuningan akibat penumpukan lemak.
Benjolan tersebut dapat muncul di sekitar siku, lutut, tangan, pergelangan kaki, atau area tubuh lainnya. Kondisi seperti ini perlu diperiksa oleh dokter karena dapat menjadi tanda kadar kolesterol yang sangat tinggi.
4. Muncul Lingkaran Abu-Abu di Sekitar Kornea
Tanda lain yang dapat muncul pada kadar kolesterol yang sangat tinggi adalah corneal arcus, yaitu cincin berwarna putih keabu-abuan di sekitar kornea mata.
Pada orang yang lebih tua, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan proses penuaan. Namun, jika muncul pada usia muda, terutama disertai kadar LDL yang sangat tinggi atau riwayat keluarga penyakit jantung dini, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
5. Memiliki Riwayat Keluarga Kolesterol Tinggi
Riwayat keluarga merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan. Perubahan gen tertentu dapat menyebabkan tubuh sulit menghilangkan LDL dari darah sehingga kadar kolesterol menjadi sangat tinggi sejak usia muda.
Salah satu kondisi tersebut adalah familial hypercholesterolemia. Orang dengan kondisi ini dapat memiliki risiko penyakit jantung pada usia lebih muda dibandingkan populasi umum.
6. Memiliki Berat Badan Berlebih
Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko kadar kolesterol dan lemak darah yang tidak sehat. Namun, orang dengan tubuh kurus juga tetap dapat mengalami kolesterol tinggi, terutama jika memiliki faktor genetik atau pola makan yang kurang sehat.
Jadi, berat badan normal tidak selalu berarti kadar kolesterol berada dalam batas sehat.
7. Jarang Beraktivitas Fisik
Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai faktor yang berkaitan dengan kesehatan jantung, termasuk profil kolesterol yang kurang baik.
Aktivitas fisik secara rutin dapat menjadi bagian dari gaya hidup untuk membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Pola hidup sehat sebaiknya dimulai sejak usia muda karena faktor risiko penyakit jantung dapat berkembang sejak usia dini.
8. Sering Mengonsumsi Makanan Tinggi Lemak Jenuh
Pola makan yang banyak mengandung lemak jenuh dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar LDL. Contohnya adalah konsumsi berlebihan makanan yang tinggi lemak jenuh dan makanan ultra-proses.
Bukan berarti semua makanan berlemak harus dihindari. Yang lebih penting adalah menjaga pola makan secara keseluruhan dengan memperbanyak sayuran, buah, biji-bijian utuh, serta sumber protein yang lebih sehat.
9. Merokok dan Kebiasaan Hidup Tidak Sehat
Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Jika dikombinasikan dengan kolesterol tinggi, berbagai faktor risiko tersebut dapat semakin meningkatkan risiko masalah kardiovaskular.
Selain berhenti merokok, menjaga berat badan, rutin bergerak, mengatur pola makan, dan tidur cukup merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jantung.
10. Pernah Mengalami Kolesterol Tinggi Saat Pemeriksaan
Karena kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala, pemeriksaan darah merupakan cara utama untuk mengetahui kadar kolesterol.
Pemeriksaan profil lipid dapat memberikan informasi mengenai kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Hasil tersebut kemudian dapat dinilai bersama faktor risiko lainnya untuk menentukan apakah seseorang membutuhkan perubahan gaya hidup atau penanganan medis.
Mengapa Kolesterol Tinggi di Usia Muda Perlu Diwaspadai?
Kolesterol LDL yang tinggi dalam waktu lama dapat berkontribusi terhadap pembentukan plak di dinding pembuluh darah. Semakin lama seseorang memiliki LDL tinggi, semakin lama pula pembuluh darah terpapar faktor risiko tersebut.
Penelitian yang didukung NHLBI menunjukkan bahwa LDL tinggi sejak usia muda berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung di kemudian hari.
Karena itu, kolesterol tinggi sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah yang hanya terjadi pada usia lanjut.
Cara Membantu Menjaga Kolesterol Tetap Sehat
Beberapa kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan kadar kolesterol antara lain:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Memperbanyak sayuran, buah, dan sumber serat.
- Membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans.
- Rutin melakukan aktivitas fisik.
- Menjaga berat badan tetap sehat.
- Tidak merokok.
- Membatasi konsumsi alkohol.
- Tidur cukup dan menjaga pola tidur yang teratur.
- Melakukan pemeriksaan kolesterol secara berkala sesuai faktor risiko.
Pada sebagian orang, perubahan gaya hidup saja mungkin belum cukup, terutama jika kadar LDL sangat tinggi atau terdapat familial hypercholesterolemia. Dokter dapat menentukan apakah diperlukan pengobatan berdasarkan hasil pemeriksaan dan risiko kesehatan secara keseluruhan.
Kapan Sebaiknya Memeriksa Kolesterol?
Pemeriksaan kolesterol dapat dipertimbangkan meskipun seseorang masih muda, terutama jika memiliki riwayat keluarga kolesterol tinggi, penyakit jantung atau stroke pada usia muda, kelebihan berat badan, diabetes, tekanan darah tinggi, atau faktor risiko lainnya.
Menurut NHLBI, pemeriksaan lipid pada orang dewasa muda umumnya dapat dilakukan secara berkala, sementara pemeriksaan dapat dilakukan lebih dini pada orang yang memiliki faktor risiko tertentu.
Kesimpulan
Kolesterol tinggi di usia muda sering kali tidak memiliki tanda yang jelas sehingga seseorang dapat merasa sehat meskipun kadar LDL-nya sudah tinggi. Benjolan kekuningan pada kulit dan lingkaran abu-abu di sekitar kornea dapat muncul pada kondisi kolesterol yang sangat tinggi, terutama pada familial hypercholesterolemia, tetapi sebagian besar kasus tidak menunjukkan tanda fisik yang khas.
Karena itu, jangan menunggu munculnya gejala untuk memeriksa kolesterol. Pemeriksaan profil lipid dapat membantu mengetahui kadar kolesterol secara lebih akurat dan menjadi dasar untuk menentukan langkah pencegahan maupun penanganan yang sesuai.